Green Leaves

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Latest Posts

#RomantisAdalah Tidur saling memunggungi, jasad tak bersentuh, tapi jiwa berpeluk-peluk. Lisan omel-omelan, tapi hati berciuman.#KakekNenek

#RomantisAdalah Berada di depan ribuan wanita, lalu SMS isteri: Di hadapanku ada ribuan gemintang, tapi tak tampak. Sebab kaulah matahariku.

#RomantisAdalah Cemburu yang bagai api; membuat beku saat tiada, menghangatkan ketika tepat ukurannya, dan membakar saat meraksasa.

#RomatisAdalah Katakan pada isteri; Engkaulah separuh agama, penjaga ketaatanku.

#RomantisAdalah Lelaki yang meski tak tampan, tapi senantiasa bisa membuat isterinya merasa sebagai wanita tercantik di dunia.

#RomantisAdalah Seperti dikatakan Nailah (18), pada 'Utsman (80): Aku suka ketuaanmu, sebab mudamu telah kau habiskan bersama Sang Nabi.

#RomantisAdalah "Jadikan aku Khadijah!", kata isteri. "Tak ada yang lain sebelum kumati." Kalau begitu, aku duluan saja, disambut bidadari;)

#RomantisAdalah Menonton tarian orang Habasyah berdua, angkat isteri dalam pelukan, pipi menempel pipi. #Nabi&Aisyah

#RomantisAdalah Berebut air dari satu bak mandi. Bercanda meski tak lagi muda, saling menyiram, saling memuji.#Nabi&UmmuSalamah

#RomantisAdalah Zaid ibn Haritsah (anak angkat Nabi) yang menikahi Ummu Ayman (ibu asuh Nabi) karena 1 alasan: SURGA!

#RomantisAdalah Zaid ibn Haritsah (anak angkat Nabi) yang menikahi Ummu Ayman (ibu asuh Nabi), selisih dua generasi.

RT @tifsembiring: #RomantisAdalah saat ketika kata tak perlu terucap, hanya mata saling tatap, dan kita tahu cinta menggelora bagai samudera

#RomantisAdalah Nama Jawa yang di-Inggriskan untuk panggilan cinta. A La KH Rahmat Abdullah: Sumarni dipanggil "Nai!"

#RomantisAdalah Suami yang dimarahi, terkunci tak bisa masuk rumah saat pulang. Lalu tidur di serambi Masjid berlumur debu.#Ali&Fathimah

#RomantisAdalah Saat lamaran dijawab tunda akad, kukata: Aku sabar jika lamaran dijawab "TIDAK", tapi aku tak ingin menanti. Ada yang lain;)

#RomantisAdalah Seperti Khadijah yang tak bertanya melihat suaminya pulang gemetaran, takut, menggigil. Hanya memahami, hanya menyelimuti.

#RomantisAdalah 200810, 6 tahun bersamamu Cinta, banyak hal tak bisa diungkap kata. Ringkasnya: Engkaulah separuh agama, penjaga ketaatanku.

#RomantisAdalah Isteri banting piring di depan tamu nan membelalak, suami senyum berkata: Maaf ya, ibu kalian sedang cemburu. #Nabi&Aisyah

#RomantisAdalah Ada 2 pilihan ketika bertemu cinta; jatuh dan bangun. Padamu kupilih yang ke-2, agar cinta jadi istana, tinggi gapai surga.

#RomantisAdalah Mengatakan pada Allah: hidupku untukMu, apalagi matiku;)

#RomantisAdalah Pulang dari safari jauh dengan kumis tercukur, jenggot terrapikan, kuku-kuku dibersihkan, haruman bertaburan.#Sunnah

#RomantisAdalah Menghindari 2 kalimat tabu untuk pembantu; "Mengapa kau lakukan ini?" dan "Mengapa tak kau lakukan itu?"#Nabi&Anas

#RomantisAdalah Menolak mengisi seminar berhonor Rp 70 Juta, dan berkata: "Maaf, itu bertepatan dengan saat berharga untuk anak saya."

#RomantisAdalah Suami bangunkan isteri, isteri bangunkan suami. Saling cipratkan wudhu' lalu mencium dengan senyum: Yuk, shalat tahajjud:)

#RomantisAdalah Saat Allah menjawab doa pinta kita; "Tidak hambaKu, aku punya yang lebih baik dari yang Kau minta itu. Untukmu ."

#RomantisAdalah Berjalan ke Masjid saat dipanggil adzan di JOGOKARIYAN, menyapa tetangga, menebar salam. Yuk;)

#RomantisAdalah Dijemput kematian dalam rintihan cinta paling tulus, "Ummatku, ummatku, ummatku.." #Nabi

#RomantisAdalah Memeluk isteri di dingin malam & berbisik lembut, "Apakah kau izinkan aku malam ini shalat menghadap Tuhanku?"#Nabi&Aisyah

#RomantisAdalah Memaafkan saudara yang silap, memeluknya dan berbisik, "Dalam tiap takdir kesalahanmu, kuberharap ada takdir kemaafanku."

#RomantisAdalah Suapan sepiring berdua, minum segelas bersama terbekas bibirnya, sebutir anggur atau kurma di mulut berhadapan. #Nabi&Aisyah

#RomantisAdalah Melepas saudara berangkat 'umrah dengan pinta, "Jangan lupakan kami dalam doa ya Akhi Sayang!" #Nabi&Umar

#RomantisAdalah Meragamkan keluhan. Kadang, "Ya Allah, aku punya masalah besar." Lain waktu, "Hai masalah, aku punya Allah nan Maha Besar!"

#RomantisAdalah Bertanya pada isteri, "Ada makanan hari ini?" Dijawab, "Tidak." Maka senyumlah dia & ujarnya, "Kalau begitu aku puasa" #Nabi

#RomantisAdalah Mengajak isteri mengisi kajian muslimah lalu berbisik, "Tetaplah engkau yang tercantik di hatiku.";)

#RomantisAdalah Menyadari bahwa menikahi orang yang dicinta hanya kemungkinan, sedang mencintai orang yang dinikah adalah KEWAJIBAN;)

#RomantisAdalah Isteri lepas suami bekerja, senyum, kecup dahi, dan berkata: "Bang, isterimu lebih rela lapar daripada makan barang haram;)"

#RomantisAdalah Gagal berangkat libur akhir pekan, bikin tenda dalam kamar. "Yang penting bukan ke mana, asalkan bersamamu Bidadariku;)"

#RomantisAdalah Duduk di depan notebook, menuliskan twit-twit di hashtag #RomantisAdalah, dan isteri di pangkuan senyum melulu;)

#RomantisAdalah "Sebelum menikah denganmu, aku pernah mencintai seseorang", kata Fathimah. "Siapa?", tanya 'Ali. "Engkau", jawab Fathimah.

#RomantisAdalah Saat lelahmu menebar kebaikan bertimbun, saat kau berbaring payah, Tuhanmu berseru, "Hai orang berselimut, bangunlah!" #Nabi

#RomantisAdalah Ketika semua bertakbir mendengar Surat An Nashr, kau menangis takut kehilangan kekasihmu yang tugasnya usai. #Nabi&AbuBakr

#RomantisAdalah Saat semua terguncang mendengar wafatnya Al Musthafa, kau yang paling kehilangan justru tampil paling tenang.#Nabi&AbuBakr

#RomantisAdalah Saat kau gembira atas lahiran anak yang dinanti puluhan tahun, Tuhan berseru, "Tinggalkan ia dan ibunya di sahara."#IBRAHIM

#RomantisAdalah Saat kau tak mampu jawab istri & bayimu mengapa mereka ditinggalkan, lalu dia kata, "Allah takkan sia-siakan kami." #IBRAHIM

#RomantisAdalah Saat kau impikan perintah nan mengerikan, lalu anakmu meyakinkan, "Ayahku sayang, lakukanlah yang telah dititahkan" #IBRAHIM

#RomantisAdalah Saat kau pejam mata untuk mentaati perintahNya sekaligus mengeja cinta keayahan, pisau menempel di leher buah hati. #IBRAHIM

#RomantisAdalah Saat godaan melanda di puncak mudamu; ia cantik, molek, kuasa, & sunyi. Tapi kau memilih lari, bajumu koyak belakang. #YUSUF

#RomantisAdalah Saat sekumpulan jelita mengiris tangannya terpesona akan parasmu, tapi kau berdoa, "Ya Rabbi, penjara lebih kusuka!" #YUSUF

#RomantisAdalah Saat harta, tahta, wanita ditawarkan, kau kata, "Andaipun mentari di kanan, rembulan di kiri; ku takkan pernah henti!" #Nabi

#RomantisAdalah Ketika dunia dihamparkan di hadapanmu, kau menangis. "Jika ini baik, mengapa tak terjadi di masa Nabi dan Abu Bakr?" #Umar

#RomantisAdalah Dikabarkan masuk surga, disertai bencana dan tumpahnya darahmu, lalu kau berkata, "AlhamduliLlah, tsumma tawakkaltu" #Utsman

#RomantisAdalah Saat cucu naik ke punggungmu, lalu ada yang kata, "Sebaik-baik tunggangan!", kau jawab, "Dan sebaik-baik penunggang!" #Nabi

#RomantisAdalah Putrimu tersayang yang tapaknya pecah, leher pegal, punggung bilur; minta pembantu. Kau hanya ajarkan dzikir.#Nabi&Fathimah

#RomantisAdalah Saat satu-satu harta binasa, anak-anakmu mati, & kau dilanda sakit rontokkan jasad. Doamu: Sisakan hatiku mengingatMu #AYYUB

#RomantisAdalah Saat kau beri minum kambing-kambing 2 gadis gembala, lalu salah 1 menyebutmu pada ayahnya sebagai "Kuat & terpercaya!" #MUSA

#RomantisAdalah Saat orang yang paling kau sayangi berdiri di hadapanmu, melindungi orang yang paling kau benci.#Nabi&Utsman&IbnuAbiSarh

#RomantisAdalah Kau titikkan air mata, jatuh di pipi kekasih nan tidur di pangkuan. Dia kata, "Jangan sedih, Allah with us;-)"#Nabi&AbuBakr

#RomantisAdalah Saat orang yang dulu mencaci, menyiksamu, mencincang kawanmu; tertunduk kalah. Kau senyumi: Tiada cerca, hanya cinta! #Nabi

#RomantisAdalah Kau tunggu kurnia keturunan hingga ubanan, keriput, uzur, & isterimu mandul. Eh, dia hamil! 3 hari kau tak bicara!#ZAKARIYA

#RomantisAdalah Kau tunggu kurnia keturunan sampai ubanan, keriput, uzur, & isterimu mandul. Eh, dia hamil! 3 hari kau tak bicara!#ZAKARIYA

#RomantisAdalah Saat sesosok Malaikat tampan mendekatimu. Kau takut, tapi dia kata: Tuhan memilihmu untuk keajaiban sepanjang zaman. #MARYAM

#RomantisAdalah Saat kau harus buat lakon sandiwara hanya untuk bertemu adik tersayang dan orangtuamu. Dalam syahdu, sujudlah mereka. #YUSUF

#RomantisAdalah Mengganti avatar Twitter karena isteri meminta; Senyummu, malam ini untukku saja! Met istirahat Tweepsy shalihin-shalihat;)
[ Read More ]

“Bila seorang lakilaki yang kamu ridhai agama dan akhlaknya meminang,” kata Rasulullah mengandaikan sebuah kejadian sebagaimana dinukil Imam At Tirmidzi, “Maka, nikahkanlah dia.” Rasulullah memaksudkan perkataannya tentang lelaki shalih yang datang meminang puteri seseorang.
“Apabila engkau tidak menikahkannya,” lanjut beliau tentang pinangan lelaki shalih itu, “Niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” Di sini Rasulullah mengabarkan sebuah ancaman atau konsekuensi jika pinangan lelaki shalih itu ditolak oleh pihak yang dipinang. Ancamannya disebutkan secara umum berupa fitnah di muka bumi dan meluasnya kerusakan.
Bisa jadi perkataan Rasulullah ini menjadi hal yang sangat berat bagi para orangtua dan puteriputeri mereka, terlebih lagi jika ancaman jika tidak menurutinya adalah fitnah dan kerusakan yang meluas di muka bumi. Tuan dan Nyonya bisa mengiraira jenis kerusakan apa yang akan meuncul jika seseorang yang berniat melamar seseorang karena mempertahankan kesucian dirinya dan dihalanghalangi serta dipersulit urusan pernikahannya. Inilah salah satu jenis kerusakan yang banyak terjadi di dunia modern ini, meskipun banyak diantara mereka tidak meminang siapapun.
Mari kita belajar tentang pinangan lelaki shalih dari kisah cinta shahabat Rasulullah dari Persia, Salman Al Farisi. Dalam Jalan Cinta, Salim A Fillah mengisahkan romansa cintanya. Saya belum menemukan sumber referensi  lain tentang kisah cintanya selain dari buku ini. Salman Al Farisi, lelaki Persia yang baru bebas dari perbudakan fisik dan perbudakan konsepsi hidup itu ternyata mencintai salah seorang muslimah shalihah dari Madinah. Ditemuinya saudara seimannya dari Madinah, Abud Darda’, untuk melamarkan sang perempuan untuknya.
Saya,” katanya dengan aksen Madinah memperkenalkan diri pada pihak perempuan, “Adalah Abud Darda’.”
“Dan ini,” ujarnya seraya memperkenalkan si pelamar, “Adalah saudara saya, Salman Al Farisi.” Yang diperkenalkan tetap membisu. Jantungnya berdebar.
“Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya,” tutur Abud Darda’ dengan fasih dan terang.
“Adalah kehormatan bagi kami,” jawab tuan rumah atas pinangan Salman, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Yang dipinang pun ternyata berada di sebalik tabir ruang itu. Sang puteri shalihah menanti dengan debaran hati yang tak pasti.
”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tapi, karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah, saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman.”
Ah, romansa cinta Salman memang jadi indah di titik ini. Sebuah penolakan pinangan oleh orang yang dicintainya, tapi tidak mencintainya. Salman harus membenturkan dirinya dengan sebuah hukum cinta yang lain, keserasaan. Inilah yang tidak dimiliki antara Salman dan perempuan itu. Rasa itu hanya satu arah saja, bukan sepasang.
Salman ditolak. Padahal dia adalah lelaki shalih. Lelaki yang menurut Ali bin Abi Thalib adalah sosok perbendaharaan ilmu lama dan baru, serta lautan yang tak pernah kering. Ia memang dari Persia, tapi Rasulullah berkata tentangnya, “Salman Al Farisi dari keluarga kami, ahlul bait.” Lelaki yang bertekad kuat untuk membebaskan dirinya dari perbudakan dengan menebus diri seharga 300 tunas pohon kurma dan 40 uqiyah emas. Lelaki yang dengan kecerdasan pikirnya mengusulkan strategi perang parit dalam Perang Ahzab dan berhasil dimenangkan Islam dengan gemilang. Lelaki yang di kemudian hari dengan penuh amanat melaksanakan tugas dinasnya di Mada’in dengan mengendarai seekor keledai, sendirian. Lelaki yang pernah menolak pembangunan rumah dinas baginya, kecuali sekadar saja. Lelaki yang saking sederhana dalam jabatannya pernah dikira kuli panggul di wilayahnya sendiri. Lelaki yang di ujung sekaratnya merasa terlalu kaya, padahal di rumahnya tidak ada seberapapun perkakas yang berharga. Lelaki shalih ini, Salman Al Farisi, ditolak pinangannya oleh perempuan yang dicintanya.
Salman ditolak. Alasannya ternyata sederhana saja. Dengarlah. “Namun, jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan,” kata si ibu perempuan itu melanjutkan perkataannya. Tuan dan Nyonya mengerti? Si perempuan shalihah itu menolak lelaki shalih peminangnya karena ia mencintai lelaki yang lain. Ia mencintai si pengantar, Abud Darda’. Cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak.
Ada juga kisah cinta yang lain. Abu Bakar Ash Shiddiq meminang Fathimah binti Muhammad kepada Rasulullah. Ia ingin mempererat kekerabatannya dengan Sang Rasul dengan pinangan itu. Saat itu usia Fathimah menjelang delapan belas tahun. Ia menjadi perempuan yang tumbuh sempurna dan menjadi idaman  para lelaki yang ingin menikah. Keluhuran budi, kemuliaan akhlak, kehormatan keturunan, dan keshalihahan jiwa menjadi penarik yang sangat kuat.
“Saya mohon kepadamu,” kata Abu Bakar kepada Rasulullah sebagaimana dikisahkan Anas dalam Fatimah Az Zahra, “Sudilah kiranya engkau menikahkan Fathimah denganku.” Dalam riwayat lain, Abu Bakar melamar melalui puterinya sekaligus Ummul Mukminin Aisyah.
Mendapat pinangan dari lelaki shalih itu, Rasulullah hanya terdiam dan berpaling. “Sesungguhnya, Fathimah masih  kecil,” kata beliau dalam riwayat lain. “Hai Abu Bakar, tunggulah  sampai ada keputusan,” kata Rasulullah. Yang terakhir ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d dalam Ath Thabaqat. Maksud Rasulullah dengan menunggu keputusan dalah keputusan dari Allah atas kondisi dan keadaan itu, apakah menerima pinangan itu atau tidak.
Ketika Umar bin Khathab mendengar cerita ini dari Abu Bakar langsung, ia mengatakan, “Hai Abu Bakar, beliau menolak pinanganmu.”
Kemudian Umar mengambil kesempatan itu. Ia mendatangi Rasulullah dan menyampaikan pinangannya untuk menikahi Fathimah binti Muhammad. Tujuannya tidak terlalu berbeda dengan Abu Bakar. Bahkan jawaban yang diberikan Rasulullah kepada Umar pun sama dengan jawaban yang diberikan kepada Abu Bakar. “Sesungguhnya, Fathimah masih  kecil,” ujar beliau. “Tunggulah  sampai ada keputusan,” kata Rasulullah.
Ketika Abu Bakar mendengar cerita ini dari Umar bin Khathab langsung, ia mengatakan, “Hai Umar, beliau menolak pinanganmu.”
Tuan dan Nyonya bisa membayangkan itu? Dua orang lelaki paling shalih di masa hidup Rasulullah pun ditolak pinangannya. Abu Bakar adalah shahabt paling utama di antara seluruh shahabat yang ada. Kepercayaannya kepada Islam dan kerasulan begitu murni, tanpa reverse ataupun setitis keraguan. Karena itulah ia mendapat julukan Ash Shiddiq. Ia adalah lelaki yang disebutkan Al Qur’an sebagai pengiring jalan hijrah Rasulullah di dalam gua. Ia adalah da’i yang banyak memasukkan para pembesar Makkah dalam pelukan Islam. Ia adalah pembebas budakbudak muslim yang senantiasa tertindas. Ia adalah lelaki yang menginfakkan seluruh hartanya untuk jihad, dan hanya menyisakan Allah dan Rasulnya bagi seluruh keluarganya. Ia adalah orang yang ingin diangkat sebagai kekasih oleh Rasulullah. Ia adalah salah satu lelaki yang telah dijamin menginjakkan tumitnya di kesejukan taman jannah. Namun, lelaki shalih ini ditolak pinangannya secara halus oleh Rasulullah.
Sementara, siapa tidak mengenal lelaki shalih lain bernama Umar bin Khathab. Ia adalah pembeda antara kebenaran dan kebathilan. Ia dan Hamzah lah yang telah mengangkat kemulian kaum muslimin di masamasa awal perkembangannya di Makkah. Ia lelaki yang seringkali firasatnya mendahului turunnya wahyu dan ayatayat ilahi kepada Rasulullah. Ia adalah lelaki yang dengan keberaniannya menantang kaum musyrikin saat ia akan berangkat hijrah, ia melambungkan nama Islam. Ia lelaki yang sangat mencintai keadilan dan menegakkannya tatkala ia menggantikan posisi Rasulullah dan Abu Bakar di kemudian hari. Ia pula yang di kemudian hari membuka kuncikunci dunia dan membebaskan negerinegeri untuk menerima cahaya Islam. Namun, lelaki shalih ini ditolak pinangannya secara halus oleh Rasulullah.
Mari Tuan dan Nyonya simak kenapa pinangan dua lelaki shalih ini ditolak Rasulullah. Ketika itu, Ali bin Abi Thalib datang menemui Rasulullah. Shahabatshahabatnya dari Anshar, keluarga, bahkan dalam sebuah riwayat termasuk pula dua lelaki shalih terdahulu mendorongnya untuk datang meminang Fathimah binti Muhammad kepada Rasulullah. Ia menemui Rasulullah dan memberi salam.
“Hai anak Abu Thalib,” sapa Rasulullah pada Ali dengan nama kunyahnya, ”Ada perlu apa?”
Simaklah jawaban lugu yang disampaikan Ali kepada Rasulullah sebagaimana dinukil Ibnu Sa’d dalam Ath Thabaqat. “Aku terkenang pada Fathimah binti Rasulullah,” katanya lirih hampir tak terdengar. Dengar dan rasakan kepolosan dan kepasrahan dari setiap diksi yang terucap dari Ali bin Abi Thalib itu. Kepolosan dan kepasrahan seorang pecinta akan cintanya yang demikian lama. Ia menggunakan pilihan kata yang sangat lembut di dalam jiwa, “Terkenang.” Kata ini mewakili keterlamaan rasa dan gelora yang terpendam, bertunas menembus langitlangit realita, transliterasi rasa.
 “Ahlan wa sahlan!” kata Rasulullah menyambut perkataan Ali. Senyum mengiringi rangkaian kata itu meluncur dari bibir mulia Rasulullah. Tuan dan Nyonya tidak usah sebingung Ali memahami jawaban Rasulullah. Jawaban itu bermakna bahwa pinangan Ali diterima oleh Rasulullah seperti yang dipahami rekanrekan Ali.
Mari kita biarkan Ali dengan kebahagiaan diterima pinangannya oleh Rasulullah. Mari kita melihat dari perspektif yang lebih fokus untuk memahami penolakan pinangan dua lelaki shalih sebelumnya dan penerimaan lelaki shalih yang ini. Tuan dan Nyonya boleh punya pendapat tersendiri tentang masalah ini.
Ketika Rasulullah menjelaskan alasan kepada Abu Bakar dan Umar berupa penolakan halus, kita tidak bisa menerimanya secara letter lijk. Sebab bisa jadi itu adalah bahasa kias yang digunakan Rasulullah. Misalnya ketika Rasulullah mengatakann bahwa Fathimah masih kecil, tentu saja ini tidak bisa diterjemahkan sebagai kecil secara harfiah, sebab saat itu usia Fathimah sudah hampir delapan belas tahun. Sebuah usia yang cukup matang untuk ukuran masa itu dan bangsa Arab. Sementara Rasulullah sendiri berumahtangga dengan Aisyah pada usia setengah usia Fathimah saat itu. Maka, kita harus memahamai kalimat penolakan itu sebagai bahasa kias.
Saat Rasulullah meminta Abu Bakar dan Umar bin Khathab untuk menunggu keputusan, ini juga diterjemahkan sebagai penolakan sebagaimana dipahami dua lelaki shalih itu. Jadi, pernyataan Rasulullah itu bukan pernyataan untuk menggantung pinangan, sebab jika pinangan itu digantung, tentu saja Umar dan Ali tidak boleh meminang Fathimah. Pernyataan itu adalah sebuah penolakan halus.
Atau bisa jadi, saat itu Rasulullah punya harapan lain bahwa Ali bin Abi Thalib akan melamar Fathimah. Beliau tahu sebab sejak kecil Ali telah bersamanya dan banyak bergaul dengan Fathimah. Interaksi yang lama dua muda mudi sangat potensial menumbuhkan tunas cinta dan memekarkan kuncup jiwanya. Ini dibuktikan dari pernyataan Rasulullah untuk meminta dua lelaki shalih itu menunggu keputusan Allah tentang pinangannya. Jadi, dalam hal ini kemungkinan Rasulullah mengetahui bahwa puterinya dan Ali telah saling mencintai. Sehingga Rasulullah pun punya harapan pada keduanya untuk menikah. Rasulullah hanya sedang menunggu pinangan Ali. Di masa mendatang sejarah membuktikan ketika Ali dan Fathimah sudah menikah, ia berkata kepada Ali, suaminya, “Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda.” Saya yakin Tuan dan Nyonya tahu siapa yang dimaksud oelh Fathimah. Ini perspektif saya.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan singkat Ali, “Aku terkenang pada Fathimah binti Rasulullah.” Satu kalimat itu sudah mewakili apa yang diinginkan Ali. Rasulullah sangat memahami ini. Beliau adalah seseorang yang sangat peka akan apaapa yang diinginkan orang lain dari dirinya. Beliau memiliki empati terhadap orang lain dengan demikian kuat. Beliau memahami bentuk sempurna keinginan seseorang seperti Ali dengan beberapa kata saja.
Dan jawaban Rasulullah pun menunjukkan hal yang serupa, “Ahlan wa sahlan!” Ungkapan sambutan selamat datang atas sebuah penantian.
Jadi, dengan perspektif ini, Tuan dan Nyonya akan memahami bahwa lelaki shalih yang datang untuk meminang bisa ditolak pinangannya, tanpa akan menimbulkan fitnah di muka bumi ataupun kerusakan yang meluas. Wanita shalihah yang dipinang Salman Al Farisi telah menunjukkan kepada kita, bahwa ia mencintai Abud Darda’ dan menolak pinangan lelaki shalih dari Persia itu. Rasulullah pun telah menunjukkan pada kita bahwa ia menolak pinangan dua lelaki tershalih di masanya karena Fathimah mencintai lelaki shalih yang lain, Ali Bin Abu Thalib. Di sini, kita belajar bahwa cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak, dan cinta adalah argumentasi yang shahih untuk mempermudah jalan bagi kedua pecinta berada dalam singgasana pernikahan.
Mari kita dengarkan sebuah kisah yang dikisahkan Ibnu Abbas dan diabadikan oleh Imam Ibnu Majah. Seorang lakilaki datang menemui Rasulullah. “Wahai Rasulullah,” kata lelaki itu, “Seorang anak yatim perempuan yang dalam tanggunganku telah dipinang dua orang lelaki, ada yang kaya dan ada yang miskin.”
“Kami lebih memilih lelaki kaya,” lanjutnya berkisah, “Tapi dia lebih memilih lelaki yang miskin.” Ia meminta pertimbangan kepada Rasulullah atas sikap yang sebaiknya dilakukannya. “Kami,” jawab Rasulullah, “Tidak melihat sesuatu yang lebih baik dari pernikahan bagi dua orang yang saling mencintai, lam nara lil mutahabbaini mitslan nikahi.”
Cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak. Di telinga dan jiwa lelaki ini, perkataan Rasulullah itu laksana setitis embun di kegersangan hati. Menumbuhkan tunas yang hampir mati diterpa badai kemarau dan panasnya bara api. Seakanakan Rasulullah mengatakannya khusus hanya untuk dirinya. Seakanakan Rasulullah mengingatkannya akan ikhtiar dan agar tiada sesal di kemudian hari.
“Cinta itu,” kata Prof. Dr. Abdul Halim Abu Syuqqah dalam Tahrirul Ma'rah fi 'Ashrir Risalah, “Adalah perasaan yang baik dengan kebaikan tujuan jika tujuannya adalah menikah.” Artinya yang satu menjadikan yang lainnya sebagai teman hidup dalam bingkai pernikahan.
Dengan maksud yang serupa, Imam Al Hakim mencatat bahwa Rasulullah bersabda tentang dua manusia yang saling mencintai. “Tidak ada yang bisa dilihat (lebih indah) oleh orang-orang yang saling mencintai,” kata Rasulullah, “Seperti halnya pernikahan.”  Ya, tidak ada yang lebih indah. Ini adalah perkataan Rasulullah. Dan lelaki ini meyakini bahwa perkataan beliau adalah kebenaran. Karena bagi dua orang yang saling mencintai, memang tidak ada yang lebih indah selain pernikahan. Karena cintalah yang menghapus fitnah di muka bumi dan memperbaiki kerusakan yang meluas, insya Allah.
Cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak, dan cinta adalah argumentasi yang shahih untuk mempermudah jalan bagi kedua pecinta berada dalam singgasana pernikahan.

http://priyayimuslim.multiply.com/journal/item/388/Argumentasi
[ Read More ]

Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikhoroh untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikhoroh) dua rakaat, kemudian bacalah doa ini:
 
((اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ)).
 
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau -Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: …di dunia atau akhirat- sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.” (HR. Al-Bukhari 7/162)


Tidak menyesal orang yang beristikhoroh kepada Al-Khaliq dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani persoalannya. Allah Ta’ala berfirman:


“… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” (Ali Imran, 3: 159)
———————————

Shalat Istikhoroh adalah shalat sunnat dua rakaat yang dilakukan ketika seseorang ragu dalam memilih dua perkara atau lebih. Pelaksanaan salat istikhoroh tak ada bedanya dengan salat biasa. Hanya dua raka'at. Niat saat takbiratul ihram. Pada raka'at pertama, setelah membaca al-Fatihah disunatkan membaca surat al-Kaafiruun, dan pada raka'at kedua (setelah al-Fatihah) membaca surat al-Ikhlas. Setelah salam membaca doa tersebut.

Setelah selesai berdo'a, biarkan Allah memberi hidayah kedalam hati kita (sampai kita menemukan kemantapan) untuk memilih. Dan apabila masih juga ragu-ragu, maka disunatkan mengulangi salat istikhoroh itu sampai menemukan kemantapan. Sebagaimana Rasulullah pernah menyuruh sahabat Anas bin Malik untuk mengulangi salat istikhorohnya karena dia masih ragu-ragu.

Doa di atas intinya adalah permohonan kita pada Allah utk memilihkan pilihan yang baik. Mengapa kita meminta dipilihkan? Ya, tiada lain karena kita bingung dalam menentukan pilihan. Pilihan atau alternatif-alternatif yang ada membingungkan kita karena kita anggap tak ada yang lebih unggul, semuanya sederajat. Atau adakalanya alternatif cuma dua (antara melakukan dan tidak), tapi kita bingung bagaimana sebaiknya. Jadi, kalau kita sudah tahu dan yakin bahwa apa yang akan kita lakukan baik dan benar yang tak perlu istikhoroh.

Nah, sekarang bila dibandingkan antara doa yang Anda sebutkan dengan doa di atas, secara substansial tak ada bedanya. Karena doa yang Anda tuturkan itu pun intinya permohonan kita pada Allah agar memilihkan sesuatu yang terbaik. Kain putih dan air jernih yang mengalir disimbolkan sbg sesutau kebaikan, dan asap hitam merupakan simbol kejelekan.

Jadi, sebenarnya, yang terpenting dalam doa istikhoroh itu adalah kepasrahan kita kepada Allah agar memberikan pilihan kepada kita yang terbaik. Kita pasrah sampai Allah membersitkan di hati kita kemantapan atas sebuah pilihan di antara alternatif-alternatif yang ada. Bagaimana sampai kita mencapai kemantapan inilah yang berbeda-beda isyaratnya. Doa yang Anda sebutkan itu sebenarnya permintaan datangnya sebuah isyarat baik. Meminta isyarat baik berupa kain putih, dan isyarat jelek berupa asap hitam. Padahal sebenarnya isyarat kebaikan itu tak hanya satu, sebagaimana isyarat kejelekan tak hanya satu.

Dengan demikian, jika pertanyaannya "apa boleh dipanjatkan?" Ya boleh-boleh saja. Tapi apa tidak lebih baik memakai doa yang maktsur dari Nabi, yang secara redaksional lebih mendalam maknanya? Seakan-akan -dengan kalimat lain- kita bilang: "Sudahlah, Ya Allah, tolong berikan saya kemantapan untuk melakukan suatu pilihan yang tepat, atau tunjukkan kepada saya isyarat (berupa apa saja) yang menunjukkan kebaikan dan isyarat (berupa apa saja) yang menunjukkan kejelekan."

Yang perlu diketahui, kemantapan di sini bisa kita peroleh dengan berbagai cara. Tentu semasa menentukan pilihan itu, kita juga harus selalu berfikir mana yang lebih baik: kalau baik apa alasannya, kalau tidak juga kenapa alasannya. Kalau ternyata dlm proses berfikir menentukan pilihan ini kita mantap dengan suatu pilihan, ya sudah, berarti itu pilihan yang harus kita perbuat. Tapi, misalnya, kita merasakan fikiran sudah buntu, terus capai sampai tertidur, lantas mendapatkan isyarat baik (utk melakukan suatu pilihan) melalui mimpi, ya anggap saja itulah pilihan terbaik. Termasuk isyarat-isyarat yang Anda tuturkan itu.

--------

Sumber:
http://sunniy.wordpress.com/2007/08/21/doa-sholat-istikharah/
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=619&Itemid=30

[ Read More ]

Awal bulan gaji baru turun -harus bisa mengatur keuangan, jangan-jangan sampai di pertengahan bulan sudah kehabisan. Sekarang gaji bukan lagi berupa uang cash yang diberikan, namun hanya sebuah nominal angka yang bisa kita lihat melalui website bank. Alat bayar kebanyakan juga hanya menggunakan kartu. Belanja sembako, beli bensin, tol, makan di restoran saat ini tinggal gesek sudah terbayarkan, palingan beberapa uang ribuan dan uang receh yang di gunakan saat naik bus atau makan di warung.

Nah kalau dulu saat masih berupa uang cash masih bisa di pilah-pilah dalam amplop atau di tabung dalam celengan. Sekarang bagaimana memilahnya, terkadang saya sendiri susah untuk menabung karena tidak di pilah-pilah sehingga merasa nominal angka yang tertera di ATM bisa di belanjakan semua... tau-tau diakhir bulan sudah tidak ada sisa lagi untuk pembelanjaan kebutuhan.

Bagaimana mensiasatinya?
Yang kita lakukan adalah membagi pendapatan tersebut pada minimal dua tempat penyimpanan alias bank, satu untuk kebutuhan sehari-hari dan satu untuk tabungan. Kalau saya punya tiga tabungan karena yang satu lagi terpakai untuk keperluan pekerjaan, untuk mengatur keuangan proyek sehingga tidak bercampur dengan kebutuhan sehari-hari. Pada prakteknya tetap saja masih bercampur -memang susah mengatur keuangan itu- , tapi lumayan lah lebih aman daripada jadi satu.

Setelah menerima gaji -telah dipotong pajak- kalau saya ambil sebagian kewajiban untuk membayar zakat profesi, untuk orang tua atau adik tagihan internet atau telfon baru dibagi mana untuk kebutuhan sehari-hari dan sisanya untuk di tabung. Itu semua bisa dilakukan secara online, sehingga terasa hanya seperti bermain game online. Tinggal klik mouse, pencet-pencet tuts keyboard, masukkan kode sandi pada token dan pencet sent.. habis lah dalam sekejap. hehe..

Dengan gaji pas-pasan yang di terima saat ini kadang merasa iri dengan teman yang sudah bekerja dengan gaji yang lebih besar. Tapi kalau kita terus memandang ke atas, kapan bisa bersyukur dengan keadaan saat ini malah tidak bisa hidup bahagia. Ingat saja bahwa rezeki itu sudah ada Pengaturnya, tak ada yang perlu kita cemaskan karena hidup ini bukan sekedar untuk mencari uang. Kalau hidup ini hanya untuk mencari uang bisa saja menjadi tukang parkir. Dengan lahan seluas 9 * 5 m bisa menampung 45 motor. Asumsi tiap hari parkir Rp 3.000,- * 45 motor * 22 hari kerja = Rp 2.970.000,- per bulan. Atau seorang pengamen / pengemis, jika tiap hari beroperasi mendapatkan 100 orang dan tiap orang memberi Rp 1.000,- maka satu bulan bisa mencapai Rp 3.000.000,-. Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan dimana saat seorang kuli yang bekerja dengan tenaganya dibayar lebih murah bisa-bisa mereka berfikir untuk menjadi seorang pengemis saja yang tinggal duduk meminta-minta dengan pakaian compang-camping bisa mendapatkan uang yang dapat mencukupi kebutuhan hidup. Harus ada solusi untuk masalah ini. Jika zakat telah di jalankan dengan sebaik-baiknya dan juga investasi bantuan modal untuk membuka lapangan kerja.

Saya sangat menyayangkan kondisi lingkungan kerja di satu sisi pemberian harga borongan untuk suatu pekerjaan terlalu mepet kemudian dengan harga tersebut akan melakukan pekerjaan dengan seadanya dan untuk menutup kekurangan mengambil barang-barang yang bukan haknya sebagai tambahan. Selain itu untuk memperlancar suatu kerjaan atau tanda tangan biasanya harus menyertai 'amplop' karena mereka menganggap bahwa atasan juga mendapatkan service lebih karena pekerjaan itu bisa di jalankan. Memang besarnya juga masih kecil, tapi kalau di biasakan juga akan menjadi besar. Para koruptor pun dulu juga melakukan dari jumlah yang kecil dulu.Ya Allah aku ingin Indonesia menjadi lebih baik.

Wah, kok jadi lari kemana-mana. Bisa jadi itu semua karena tidak semua orang bisa mengatur keuangan dengan baik. Semua orang menginginkan hidup nyaman dengan banyak harta, tapi kadang caranya tidak benar. Sehingga menginginkan tambahan pendapatan selain gaji. Seperti apa yang di katatan oleh @safirsenduk "Uang Gaji yg Anda dpt dlm Rekening gak bikin Anda Kaya. Apa yg Anda lakukan dgn Uang Gaji itu, itulah yg bikin Anda Kaya." . Setelah saya pikir benar juga, gaji akan segitu saja, bisa diukur kenaikannya berapa persen sampai suatu saat nanti pensiun.

Nantinya saya juga harus memikirkan bagaimana biaya untuk menikah, kelahiran anak, punya kendaraan, rumah tempat tinggal, sekolah anak, haji dan tabungan kesehatan atau untuk pensiun. hufff... pusing juga kalau mikir seberapa banyak kebutuhan yang akan di perlukan. Kembali lagi harus pasrah kepada Allah dan trus berusaha, karena itu hanyalah kebutuhan standar dan tentunya cita-cita dan perjalanan waktu bisa berubah setiap saat. Kehidupan yang kita jalani adalah saat ini bukan kemarin atau esok, jadi tak perlu ada yang di khawatirkan selama Allah bersama kita. Mari Bekerja! Semangat!!!

*Kalau anda mencari tips mengelola keuangan silahkan kunjungi website seperti perencanakeuangan.com karena ini hanya curhatan pribadi hehe.. :P


http://arqomalifh.multiply.com/journal/item/176/Bagaimana_mengelola_keuangan


[ Read More ]

You: hoooiii
Stranger: hello
Stranger: how are you 
You: fine
Stranger: what are you doing today
You: how bout u
Stranger: so far so good
Stranger: I'm sort of tired
You: why?
You: have problem?
Stranger: well
Stranger: its more like its time to go to bed and I was working very hard today
You: ooh
You: in here still daylight
You: where ru from?
Stranger: are you in korea?
You: nope
Stranger: I meet people from korea on here
Stranger: I am in new york
You: same time with korea
You: ooh
You: I'm from Indonesia
Stranger: that was my next guess
Stranger: indonesia has such a large population
You: hehe
You: but we have an archipelago
Stranger: yeah 
Stranger: so many islands
You: yups
Stranger: I would like to visit Indonesia and Australia and Thailand
Stranger: so many places to go
You: sure?
You: you like to travelling?
Stranger: of course
Stranger: how about you?
You: hmm... I'm still not yet reach all over island in my country
You: but I want to go europe
Stranger: europe is fun
Stranger: I have been to France, Spain, Germany, Switzerland and Austria
You: woow great
Stranger: most of it was yes
Stranger: what do you like to do?
You: you have a lot money to go there?
You: actually I want to arround the world :D
Stranger: I was working and I had just enough
Stranger: I used couchsurfing.com to save a lot of money
You: ooh, I still don't know how to reach all around world
You: can you tell me what r u doin in there?
Stranger: I was working for the World Health Organization
You: ooh
Stranger: I was calculating the cost to get vaccines to places
You: hmm.. I know, wah really fun
Stranger: but I had time to go on adventures
Stranger: what do you like to do?
You: I just working still not have a lot of money to travelling
Stranger: what work do you do?
You: I work at telecommunication industry
Stranger: do you enjoy it?
You: yeah
You: my english still not good hehe
You: how long time you working?
You: oh, how old r u?
Stranger: well I worked in switzerland for 3 weeks
Stranger: but I worked for them on and off for a year or two
Stranger: I am 28, how old are you
You: Im 24
Stranger: I am helping to build a big wifi project in new york city
Stranger: but that is as much work as I have done with telecommunications
You: ooh nice
Stranger: what do you like to do when you are not working?
You: going out with friend or read book
Stranger: what books do you like ?
You: a religion book :)
You: I'm a moslem
Stranger: have you ever read any of the moslem poets?
Stranger: I like to read Hafiz and Rumi
You: you know about moslem?
Stranger: yes I like to read about it
Stranger: I am not a moslem, I was raised to be a catholic but I do not agree with it, so I am no longer a catholic
You: how about your opinion?
Stranger: for the most part, I do not know enough to say
You: ooh
Stranger: in America, most of us are not taught about moslem
Stranger: but we do have our wars which is very sad for us
Stranger: so I want to learn about moslem to help understand 
You: ok thanks
Stranger: I was reading the Thousand and One Nights which are stories from Arabia, not moslem per say, but they are too
Stranger: I have only ever met very few moslems, I am sorry to say
You: ok
You: you know before that happen in Israel? Flotilla attact
Stranger: yes I am very angry about the Flotilla attack
Stranger: I can tell you why too
Stranger: where I live, in New York, there are many many jews
Stranger: many of them very nice, and don't care about Israel, some of them care deeply about Israel
Stranger: well I am not jewish, my family is from Germany
Stranger: my great grandfather was killed by Hitler in the concentration camps, he was political
Stranger: so I do not like what Israel is doing 
Stranger: and I am very angry they are and that America pays for it
You: ooh you also hate about this
Stranger: yes
Stranger: but in America, it does not seem to matter
Stranger: no matter who we vote for, they support Israel, and we are very angry
You: are the goverment support israel?
Stranger: yes the American government supports it, most of the people do not
You: yeah I know from twitter
Stranger: we do not feel like our government listens to us any longer
You: ooh
Stranger: we feel like the government listens only to the corporations
Stranger: who want war and oil
Stranger: we all want solar power and no more oil
Stranger: I will not drive another car that runs on oil, so I do not have a car
You: are Israel have oil
Stranger: they have a lot of solar and things
You: salute for that you do not use car
Stranger: I ride a bike and trains which is hard here
Stranger: we had a lot of trains, but they were all bought by car companies and taken apart
Stranger: so we had to drive cars
You: hmm I see
You: also in my work in Jakarta there are so many cars
You: that make crowded
Stranger: how long have you been a moslem?
Stranger: oh I can imagine
Stranger: I might ride a motorcycle, but I will not buy another car
You: since I was baby
Stranger: much of Indonesia is moslem yes?
You: yups
You: the biggest moslem on the world
Stranger: thats right I remember reading this
Stranger: one of my friends was telling me
Stranger: that in the Qu'ran
Stranger: the first verses are more meaningful than the last verses
Stranger: and the first verses can change the last verses or make them not mean the same 
You: We only have one Qur'an not have change
Stranger: ok
Stranger: do the first verses of the Qur'an mean more than the last verses?
You: what you mean for first verses?
You: and the last verses
Stranger: the lines at the beginning
Stranger: and the lines at the end
You: ooh
Stranger: someone said this to me
Stranger: and I was trying to figure this out
You: are you mean Al Fatihah
Stranger: let me see
Stranger: i cannot find things which say what I am trying to say
You: or Surrah Annas
You: An-Nas
In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful
Say: I seek refuge in the Lord of mankind, (1) The King of mankind, (2) The God of mankind, (3) From the evil of the sneaking whisperer, (4) Who whispereth in the hearts of mankind, (5) Of the jinn and of mankind. (6) 
Stranger: I read about the jinn in the Thousand and One nights
Stranger: I read about jann, jinn, sheytans, efrits and marids
You: but jinn in that book is different
You: that's just sory
Stranger: what is jinn in the Qu'ran?
You: story
You: they not visible
Stranger: spirits?
You: maybe like that
Stranger: what do they do?
You: they live like mankind
You: in another world that mankind can't see
Stranger: oh ok
You: but they can see us
Stranger: I am reading about this
Stranger: http://en.wikipedia.org/wiki/Genie
Stranger: in english, the word genius comes from this word, jinn
Stranger: most people do not know that, but we sort of go around and call our smart geniuses, jinns :D
Stranger: this is probably not a good thing at all is it
You: hehe
You: so what's your belief?
Stranger: I have not decided
Stranger: I do not like Catholics because I do not agree with the Pope
You: why?
Stranger: I like to make up my mind for myself and not have people tell me 
Stranger: well the Pope helped cover up that priests were raping children for one
You: what?
Stranger: and the Pope says that too much buying is bad, while he has a lot of money
Stranger: yes the current pope helped priests to abuse children
Stranger: many many many children
Stranger: it is very bad
You: oowh
You: ckck I don't know that
Stranger: I can show you a news article if you want
You: ok
Stranger: http://en.wikipedia.org/wiki/Catholic_sex_abuse_cases
You: In Islam who they are need to marry
Stranger: yeah
Stranger: to answer your question about what I believe
Stranger: I have not yet picked
Stranger: but I am reading all religions
You: budha? Hindu? etc
Stranger: and a lot of Zen Buddhism
Stranger: and I have read a lot of Native American books
Stranger: my mother taught the Native Americans
Stranger: I have read a lot of Taoism

Yaaa lagi seru chatting tiba2 putus..
belum sempet nanya namanya atau emailnya :(


Kalau lagi iseng kadang2 chattingan random bisa ketemu dengan orang asing (walaupun dengan bahasa Inggris yang pas2an). Pernah ketemu dengan orang atheis, orang jepang, china, amerika, banyak lah.. Pernah juga ketemu dengan kaskuser, awalnya pake bahasa Inggris trus tiba2 manggil pake Gan (ketauan deh hehe..). Trus pernah nyapa pake "Assalamu'alaikum" eh di jawab juga (orang Indonesia nih) di tanya2 lagi kok sampe tau Muntilan, Gunungpring, M+ eh ternyata temen adek yang di SMP :D.. Kadang2 ga nyangka ketemu dengan siapa seru dah

Ini salah satunya bisa tau bagaimana pandangan mereka terhadap kehidupan mereka dan juga bisa memberitakan tentang Islam.

*Chattingan diatas tanpa ada yg saya ubah kata2nya
*kalau mau coba random chatting bisa dengan omegle
[ Read More ]

Astaghfirullah, sudah hampir satu tahun bekerja tapi baru ingat pelajaran agama waktu sekolah dulu. Berzakat!. Sering kali pas gaji pertama yang di ingatkan malah makan-makan, ngajak traktiran. Bukannya kalau sudah mencapai nisab itu diwajibkan untuk berzakat. Selain gaji sudah di potong pajak, namun sebagai umat Islam harus ikhlas berbagi harta kita untuk 8 asnaf zakat.

Meskipun tiap jum'atan biasanya ada kencleng yang di edarkan di masjid dan kita mengisi kencleng itu, terus di bus banyak pengamen, atau di warung-warung makan, jalanan ada juga pengemis dan kita memberikan pada mereka itu belum bisa di sebut zakat (jika bukan dengan niat zakat) *maksud yang saya tekankan disini adalah solusi untuk mengurangi pengemis dan pengamen bukan dengan memberikan langsung kepada mereka, kalau seperti itu terus malah membuat mereka tidak mau berusaha sendiri, hanya terus meminta-minta. Zakat inilah yang akan menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan, jika seluruh umat Islam telah melaksanakan kewajiban berzakat.

Zakat itu berbeda dengan Infaq dan Shadaqah. Kalau zakat itu hukumnya wajib bagi yang sudah mencapai nisab dan ada ketentuannya. Kalau Infaq dan Shadaqah itu tidak wajib dan bebas jumlah yang diberikan.

Berapa nisabnya zakat itu?
Misalnya: kita mempunyai tabungan sebanyak 17 juta atau telah melampaui batas minimal, maka harus segera dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 %, itu namanya zakat mall alias zakat harta. Zakat penghasilan juga punya batas minimal atau nishab, minimalnya harus 1,5 juta rupiah. Rumusnya, batas minimal zakat (85gr emas) dikali harga per gram emas sekarang. Misalnya harga emas 200rb per gram kemudian dikalikan dengan 85gr, hasilnya sekitar 17juta. Kemudian 17jt dibagi 12 bulan, hasilnya kurang lebih 1,5juta.

hmm.. ternyata banyak juga yang harus dikeluarkan, ada Zakat Mal dan ada juga Zakat Profesi. Biar tidak terlalu memberatkan maka bisa di keluarkan tiap bulan. Kalau masih bingung bagaimana menghitung berapa zakat yang wajib kita keluarkan ada kalkulator zakat disini  http://www.dompetdhuafa.org/dd.php?x=kalzak atau http://www.rumahzakat.org/kal_zakat.html

Oya, pada siapa saja kita memberikan zakat tersebut?
Kepada 8 Asnaf Zakat yaitu Fakir, orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Miskin, orang yang penghasilannya dibawah standar. Amil Zakat, orang yang mengelola zakat itu. Mualaf, orang yang masih lemah imannya. Riqab (budak), termasuk membelinya dan memerdekakkannya. Gharim, orang yang terlilit hutang. Fisabilillah, mereka yang berjuang dijalan Allah. Dan Ibnu Sabil, yaitu musafir yang kehabisan bekal di tengah perjalanan.

Bagaimana jika memberikan zakat pada kerabat keluarga?
Jumhur ulama menjelaskan ada kategori siapa saja orang-orang yang tidak boleh menerima zakat di antaranya bapak, ibu atau kakek, nenek hingga ke atas atau anak-anak hingga ke bawah atau isteri dari orang yang mengeluarkan zakat, karena nafkah mereka di bawah tanggung jawab kita sebagai anak/menantu. Rasulullah Saw bersabda: “Kamu dan hartamu itu untuk ayahmu” (HR. Ahmad dari Anas bin Syu’aib). Jadi, diperbolehkan menyalurkan zakat kepada kerabat yang bukan tanggungan langsung dari bapak seperti saudara laki-laki, saudara perempuan, paman dan bibi dengan syarat mereka dalam keadaan membutuhkan (fakir atau miskin). Setiap muslim hendaknya berhati-hati dalam menyalurkan zakatnya dan berusaha sesuai dengan anjuran syari’at Islam agar zakatnya sampai pada yang berhak.

Mungkin nanti pengen nulis lagi tentang kemiskinan, pengemis, pengamen, bagaimana solusi untuk mengatasinya. Semoga dengan setiap orang membayarkan zakat ini bisa mengatasi semua masalah kesenjangan sosial dan semoga di Indonesia semua masyarakat sejahtera. Amiin..


ref:
http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-penghasilan-apakah-ada-dalam-syariat-islam.htm

http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/infaq-dan-zakat.htm

http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/penerima-zakat-dari-keluarga-terdekat.htm

http://wiki.myquran.org/index.php/Zakat

http://www.dompetdhuafa.org/

http://www.pkpu.or.id/

http://www.percikaniman.org/

http://www.rumahzakat.org/
[ Read More ]



600 orang aktifis kedamaian dan aktifis kemanusiaan dari seluruh penjuru dunia tergabung dalam rombongan kapal dengan nama Freedom Flotilla yang berarti armada kebebasan. Beberapa orang diantaranya adalah orang-orang yang mendapat nobel perdamaian, wartawan, novelis dan seniman. Dalam rombongan Flotilla tersebut membawa 10 ton bantuan untuk Gaza. Senin lalu Mavi Marmara, salah satu kapal dalam Freedom Flotilla yang akan menuju ke Gaza mendapat serangan dari tentara Israel ketika masih di perairan internasional.

Yang perlu kita cermati disini adalah mengapa membawa bantuan saja harus menggunakan rombongan kapal dan penumpangnya juga ada wartawan dari berbagai media di berbagai negara. Israel yang ingin menguasai Gaza, mereka memblokade Gaza dari segala penjuru. Sehingga berbagai bantuan yang dikirimkan untuk penduduk Gaza tidak sampai ke tangan mereka. Gaza telah di blokade oleh Israel dan mereka tidak diperbolehkan menerima bantuan.

Berikut adalah sedikit dari beberapa yang di larang di Gaza : Selai kacang, buah kaleng, permen, sparepart, kulkas, mesin cuci, plester, cat, ban, lem, tas, crayon, peralatan olahraga, karpet, textil, benang, mie, coklat, instrumen musik, lampu, sprei, matras, tembikar, hewan peliharaan, kacamata, kursi roda, peralatan bedah, mainan plastik, meja untuk sekolah, papan tulis, pensil, kapur, kertas, buku, furnitur, PVC, solar panel, semen, generator.

Lantas bagaimana mereka hidup? Penduduk gaza hidup dalam kepungan blokade Israel dengan bertani dan mencari ikan. Dan saat mereka bertani atau mencari ikan pun dengan tidak tenang karena sering kali ada bom dan tembakan dari Tentara Israel. Bagaimana penduduk bisa hidup dengan bahagia jika hidup di tanah sendiri tapi berasa di dalam penjara, tidak dapat membangun rumah dan menikmati kehidupan.

Berbagai bantuan telah di salurkan lewat darat, tapi apakah sampai ke tangan mereka? Buktinya sekarang ini dikirimkan secara terang-terangan dan di publis melalui media Israel tetap saja menghambat kiriman bantuan tersebut. Lebih-lebih mereka malah membunuh para aktifis di atas kapal Mavi Marmara. Oleh karena itu para aktifis perdamaian mencari cara bagaimana agar blokade Israel dapat di hapuskan.

Ini adalah perang opini antara dunia dan Zionis Israel. Bisa saja dari tiap negara mengirimkan bukan kapal perdamaian, tapi adalah kapal perang. Kalau ini yang terjadi bukanlah perdamaian melainkan adalah perang. Maka haruslah dilakukan dengan cara 'halus'. Zionis Israel, orang-orang Yahudi tersebut mempunyai jaringan media dan perekonomian yang kuat di seluruh dunia. Twitter salah satu media yang digunakan untuk komunikasi banyak orang di seluruh penjuru dunia menyembunyikan topik permasalahan paling rame #Flotilla saat ini terjadi. Kapal Mavi marmara yang didalamnya terdapat satelit juga saat itu tiba-tiba tidak mendapat sinyal. Bukankah ini perlu di pertanyakan?

Beberapa orang ingin menyelamatkan muka Israel dengan menginginkan berita yang berbanding. Seperti terbunuhnya aktifis di Mavi Marmara karena Tentara Israel yang mempertahankan diri, di Youtube juga tersebar video Tentara yang sedang di pukul aktifis. Tetapi yang terjadi adalah aktifis-aktifis tersebut di tembak di bagian kepala dengan jarak dekat, bahkan bukan hanya satu kali sampai 30 kali. Apakah ini yang di sebut pembelaan diri oleh seorang tentara bersenjatakan lengkap?

Saat ini telah menyusul kapal Rachel Corrie yang berangkat dari Irlandia, tapi sama juga yang terjadi Israel menahan bantuan yang akan dikirimkan. Dan sekarang menjadi lebih jelas Israel akan kalah dan di kucilkan oleh dunia.


The world is watching you and supporting you, go ahead and break the blockade on Gaza.
[ Read More ]